Doa Anak Yatim – Pertanyaan tentang prioritas antara memenuhi kebutuhan istri dan membantu orang miskin sering kali menjadi topik diskusi di kalangan umat Islam. Sebagai agama yang komprehensif, Islam memberikan arahan yang jelas terkait hal ini.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (H.R. Tirmidzi).
Hadis ini menerangkan bahwa memberikan nafkah kepada keluarga, khususnya istri, merupakan kewajiban utama bagi seorang suami. Rasulullah SAW sendiri memberi contoh yang mulia dalam memperhatikan kebutuhan keluarganya. Namun, di sisi lain, Islam juga sangat mengapresiasi amal berupa sedekah kepada fakir miskin, yang juga diajarkan oleh Nabi dan diperkuat oleh ulama.
Pendapat Ulama Terkait Prioritas antara Memenuhi Kebutuhan Istria dan Sedekah
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menekankan bahwa hadis tersebut menegaskan pentingnya memberikan perhatian dan nafkah kepada keluarga sebagai bentuk tanggung jawab utama seorang suami. Menafkahi istri dan anak bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga bentuk kebajikan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Selain itu, Imam Nawawi dalam kitab Al-Minhaj menekankan bahwa bersedekah kepada orang miskin merupakan amal yang sangat dianjurkan. Sedekah adalah bentuk kepedulian sosial yang memiliki keutamaan tersendiri dan diharapkan dapat meringankan beban kaum dhuafa.
Islam mendorong keseimbangan antara menunaikan kewajiban nafkah terhadap keluarga dan berbagi dengan orang miskin sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semoga kita dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik dan bijak dalam kehidupan sehari-hari, mengutamakan keluarga tanpa melupakan pentingnya berbagi dengan sesama.
Sumber gambar: Dream.co.id
Penulis: Elis Parwati