Doa Anak Yatim – Sahabat pastinya sudah tahu apabila mempercayai ramalan dan dukun hukumnya dosa. Al ‘a’raf atau tukang ramal merupakan orang yang hina . mereka tidak sadar bahwa mereka sedang melakukan suatu perbuatan yang kufur yaitu mengaku telah mengetahui ilmu gaib. Perlu Sahabat ketahui kalau yang mengetahui ilmu ghaib hanyalah Allah SWT. Rasulullah SAW Bersabda:
“Barangsiapa yang mendatangi al a’raf (tukang ramal), maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima” (HR. Muslim)
Di dalam riwayat lain :
“barangsiapa yang mendatangi al a’raf (tukang ramal), lalu membenarkan apa yang ia katakan, orang tersebut telah kafir terhadap syariat yang diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad, Al Hakim, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ 5939)
Fenomena kesyirikan adalah salah satu pelanggaran tauhid yang banyak terjadi saat ini, bahkan pada masyarakat kita di Negara kita sendiri. Ini dikarenakan kurangnya ilmu dan pengetahuan agama mereka terkait masalah tauhid dan keimanan, begitu pula tentang hal-hal yang bisa merusak aqidah (keyakinan) seorang muslim.
Keadaan seperti ini tercantum di dalam ayat Al-Quran , di antaranya di dalam firman Allah SWT dalam surat Yusuf ayat 106,
“Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain)” (QS Yusuf:106).
Ibnu Abbas menafsirkan arti dari ayat tersebut, “Kalau ditanyakan kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit? Siapakah yang menciptakan bumi? Siapakah yang menciptakan gunung? Maka mereka akan menjawab: “Allah (yang menciptakan semua itu)”, (tapi bersamaan dengan itu) mereka mempersekutukan Allah (dengan beribadah dan menyembah kepada selain-Nya) (Dinukil oleh imam Ibnu Katsir dalam tafsir beliau (2/649), lihat juga kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 406).)
Maknanya pun sama dengan ayat diatas Allah SWT juga berfirman ,
“Dan sebagian besar manusia tidak beriman (dengan iman yang benar) walaupun kamu sangat menginginkannya” (QS Yusuf:103).
Di dalam hadits yang shahih rasulullah Shallallahu alaihi wasallam lebih menegaskan di dalam hal ini sabda beliau:
“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang disembah selain Allah Ta’ala)” (HR Abu Dawud (no. 4252), at-Tirmidzi (no. 2219) dan Ibnu Majah (no. 3952), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.)
Ayat-ayat dan hadits di atas menerangkan bahwa perbuatan syirik terus ada dan terjadi di umat Islam sampai datangnya hari kiamat (Lihat kitab “al-‘Aqidah Al Islaamiyyah” (hal. 33-34) tulisan syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.)
Mendatangi dan juga mempercayai tukang ramal di dalam segala hal yang dengan keyakinan apabila tukang ramal tersebut sudah mengetahui dengan sendirinya, bukan setan yang mengabarkan seperti ini maka hukumnya kafir (keluar dari islam). Sebab mengetahui hal gaib secara khusu hanya Allah yang tahu . Allah SWT berfirman,
” Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” (QS. Al An’am: 59).
Di dalam ayat lain juga disebutkan
“ Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah. ” (QS. An Naml: 65).
Al Munawi berkata, “Jika meyakini bahwa tukang ramal mengetahui perkara ghaib (dengan sendirinya), maka ia kafir. Jika keyakinannya bahwa jin yang menyampaikan berita padanya dari berita malaikat dan ilham yang diperoleh seperti itu, lantas dibenarkan, ini tidak sampai kafir.”
Referensi: sedekahlagi.com
Sumber gambar: Sindonews.com
Penulis: Elis Parwati