Doa Anak Yatim – Ada sebuah metode sederhana namun sarat akan makna untuk memahami pentingnya menjaga shalat. Metode ini bisa diterapkan menggunakan 17 batang korek api yang mewakili 17 rakaat sholat wajib dalam sehari. Setiap batang korek api mewakili satu rakat dan car aini menjadi pengingat visual yang efektif. Melalui metode ini, semoga kita bisa lebih memahami konsekuensi jika meninggalkan shalat. Perhatikan gambar berikut:
Sumber gambar : instagram.com/pesantrenyatimalhilal/
Penjelasannya seperti yang tergambar di bawah ini:
Jika Subuh tidak dikerjakan, dua batang korek api diibaratkan hilang dari kepala. Pesannya adalah, tanpa shalat Subuh seseorang seakan-akan berjalan tanpa kepala.
Hal serupa juga berlaku untuk shalat yang lainnya. Jika Dzuhur terlewat, empat batang korek api di lengan dibuang, menggambarkan seseorang tanpa tangan. Ashar yang ditinggalkan diibaratkan kehilangan dada, dengan empat batang korek api dihilangkan. Maghrib yang dikerjakan, berarti tiga batang korek api dihilangkan. Maghrib yang tidak dikerjakan berarti tiga batang korek api di perut hilang, membuat seseorang yang tidak mengerjakannya seolah-olah berjalan tanpa perut bagaikan hantu.
Terakhir, jika Isya tidak dilakukan, empat batang korek api di kaki dibuang, membuat seseorang seolah berjalan tanpa kaki. Mampukah kita berjalan tanpa kaki?
Pesan yang disampaikan sangat mendalam, seolah memberitahu dan menyadarkan kita bahwa shalat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sebagai penopang utama kesempurnaan seorang manusia. Tanpa sholat, seseorang tidak lagi utuh, baik secara lahiriyah maupun batiniyah. Kehadiran kita di dunia ini mungkin bisa jadi tidak lengkap atau bahkan tidak bermakna.
Metode ini tentunya juga mengajarkan kita untuk sadar bahwa shalat adalah tiang kehidupan. Karena setiap rakat yang terlewat, seolah-olah ada bagian dalam diri kita yang hilang. Oleh karena itu, menjaga sholat dengan sempurna adalah Langkah utama untuk menuju kesempurnaan sebagai umat Islam yang bertaqwa.
Masya Allah, semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjaga shalat dan menjadi manusia yang diridhai Allah. Aamiin yaa Rabbal’alaamiin.
Sumber gambar: Pixabay.com
Penulis: Elis Parwati