
Sumber: pixabay.com
DOA ANAK YATIM – Dalam Islam, setiap umat muslim memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah, karena ibadah menjadi salah satu bentuk ketaaan seorang muslim kepada Allah SWT, selain dari menghindari larangan-Nya. Namun, tak jarang dirasakan bahwa keimanan dalam melaksanakan ibadah ini naik turun. Padahal telah jelaslah bahwa ibadah merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
Dengan melaksanakan ibadah, seorang muslim mengharapkan agar mendapat rahmat, ridho, dan ditempatkan di syurganya Allah SWT kelak. Untuk mencapai hal tersebut, setiap muslim harus melaksanakan seluruh peritah Allah SWT dengan baik dan benar. Contohnya seperti ibadah shalat lima waktu yang wajib dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan.
Untuk menjalankan ibadah tanpa bolong-bolong diperlukan yang namanya Istiqomah. Kata Istiqomah berasal dari bahasa Arab istiqama yang berarti tegak lurus, tetap, dan konsisten dalam menjalankan kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dalam konteks ibadah, istiqomah berarti menjalankan ibadah dengan konsisten dan tidak mudah goyah meskipun menghadapi berbagai tantangan dan godaan.
Rasululullah SAW bersabda dalam Hadist Riwayat Muslim yang bunyinya “Katakanlah, aku beriman kepada Allah SWT, kemudian istiqomahlah.” Hadist ini menegaskan bahwa keimanan harus diiringi dengan keistiqomahan atau konsistensi. Tanpa keistiqomahan seorang muslim seperti orang yang berjalan tanpa tujuan, artinya orang yang tidak istiqomah dalam beribadah akan terus melakukan berbagai amalan, tetapi tidak pernah mendapatkan pahala yang sempurna. Sungguh hal tersebut merupakan hal yang sia-sia.
Lalu bagaimana cara agar seorang muslim dapat beristiqomah dalam menjalankan ibadahnya kepada Allah SWT? terdapat do’a yang bisa diamalkan untuk menjadi salah satu bentuk ikhtiar ingin beristiqomah dalam beribadah. Do’a tersebut berbunyi “Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik” yang artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” Selain dari berdo’a, juga bisa berikhtiar dengan berada di lingkungan dan pertemanan yang senantiasa selalu mengingatkan untuk menjaga keimanan.
Dari uraian diatas maka jelaslah bahwa istiqomah merupakan kunci keberhasilan dalam ibadah. Karena dengan beristiqomah seseorang dapat membangun karakter dan kepribadian muslim, mendapatkan keberkahan dan kemudahan hidup, serta mendapatkan ridho Allah SWT.
Penulis: Maya Siti Nur Hodijah
Website: doaanakyatim.com