DOA ANAK YATIM – Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali, tak jarang kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk scroll, like, dan berbagi konten. Namun sebagai seorang Muslim, sudah sepatutnya kita bertanya: Apakah aktivitas kita di media sosial membawa pahala atau justru menambah dosa?

Islam mengajarkan bahwa setiap ucapan dan tindakan akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk apa yang kita tulis dan bagikan di dunia maya. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Media sosial bisa menjadi ladang pahala. Kita bisa membagikan ilmu yang bermanfaat, menyebarkan kebaikan, menginspirasi orang lain, atau sekadar menyemangati teman dengan kata positif. Namun sebaliknya, media sosial juga bisa menjadi sumber dosa jika digunakan untuk menyebar ghibah, fitnah, provokasi, atau hal yang tidak bermanfaat, karena itu bijak bermedia sosial sangat dibutuhkan saat ini.
Bijak Bermedia Sosial di Internet
Sebagai pengguna media sosial, kita harus menanamkan niat yang benar, berpikir sebelum membagikan, dan selalu bertanya pada diri sendiri:
“Apakah yang saya posting ini akan Allah ridai?”
“Apakah kata-kata saya akan menyakiti perasaan orang lain?”
“Ketikan saya akankah memberatkan hisab saya di akhirat kelak?”
Bijaklah dalam menggunakan jari. Karena bisa jadi satu komentar atau unggahan kecil yang kita anggap sepele, berdampak besar di dunia nyata — bahkan berlanjut sampai akhirat.
Gunakan media sosial sebagai alat dakwah, bukan sebagai ladang kelalaian.
Ingat, pahala dan dosa bisa datang dari satu sentuhan layar.
Penulis: Indra Rizki
Sumber foto: Alhilal