DOA ANAK YATIM – Sering kali kita menganggap bahwa sedekah hanya berkaitan dengan pengeluaran harta, uang, atau materi. Namun, dalam luasnya rahmat Islam, Allah SWT memberikan kesempatan bagi setiap hamba-Nya untuk bersedekah tanpa harus menunggu kaya. Salah satu caranya adalah melalui lisan: berucap yang baik kepada sesama.
Setiap kata santun yang menenangkan hati, pujian yang tulus, hingga tegur sapa yang ramah adalah butiran pahala. Di era komunikasi yang serba cepat seperti saat ini, menjaga lisan dari ucapan buruk dan menggantinya dengan perkataan yang bermanfaat adalah bentuk ibadah yang sangat tinggi nilainya.

Landasan Syariat
Rasulullah SAW secara tegas mengategorikan perkataan baik sebagai sedekah dalam sebuah hadits yang singkat namun sarat makna:
وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahkan, dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan perumpamaan bahwa kalimat yang baik seperti pohon yang indah:
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS. Ibrahim: 24).
Mengapa Berucap Baik itu Penting?
Ucapan yang lembut dapat mencairkan perselisihan dan mempererat ikatan persaudaraan. Karena sering kali luka karena lisan lebih sulit sembuh daripada luka fisik. Berucap baik juga adalah cara kita memuliakan manusia sebagai ciptaan Allah. Apa yang keluar dari mulut adalah cerminan dari apa yang ada di dalam hati. Lisan yang terbiasa dengan zikir dan kata-kata baik menunjukkan hati yang bersih.
Berucap baik adalah sedekah yang paling murah, namun dampaknya luar biasa. Ia bisa menjadi “obat” bagi mereka yang sedang berduka dan menjadi amal jariyah bagi kita yang mengucapkannya. Mari kita biasakan berpikir sebelum berbicara, memastikan bahwa setiap kata yang keluar dari lisan kita hanyalah kata-kata yang mendatangkan rida Allah SWT.
Penulis: Indra Rizki
Sumber foto: Alhilal