DOA ANAK YATIM – Tidak ada hari yang berjalan sia-sia bagi seorang muslim, selama ia masih diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki diri. Setiap hari adalah kesempatan bertaubat, menambal kekurangan, dan menata hati yang kadang lalai oleh dunia.
Taubat bukan hanya milik mereka yang pernah terjerumus dalam kesalahan besar. Bahkan para sahabat, yang jauh lebih mulia darinya, bersegera bertaubat dan beristighfar. Rasulullah ﷺ bersabda: “Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Bukhari)

Jika seorang Nabi saja tidak merasa aman dari dosa, bagaimana dengan kita yang penuh khilaf dan kekurangan?
Allah tidak pernah jemu menerima taubat hamba-Nya. Dalam Al Qur’an Allah berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31) Taubat adalah pintu kasih sayang. Selama mata masih bisa terbuka di pagi hari, selama dada masih bernafas, maka kesempatan bertaubat belum tertutup. Yang menutupnya adalah hati yang menunda dan merasa masih ada waktu.
Hari ini, mungkin ada kesalahan yang tidak kita sadari. Ada hak yang tidak kita penuhi. Ada lisan yang menyakiti. Ada ibadah yang kita malas kerjakan. Maka bertaubatlah, sebelum jemputan akhir datang tanpa kabar. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang peka terhadap dosa, ringan dalam istighfar, dan bersegera dalam memperbaiki diri. Aamiin.
Penulis: Indra Rizki
Sumber foto: Alhilal