DOA ANAK YATIM – Ibadah Qurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam (sunnah muakkad), terutama bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya sebenarnya kapan seseorang dianggap mampu untuk berkurban? Dalam Islam, ukuran “mampu” tidak ditentukan dari seberapa besar harta yang dimiliki, tetapi dari kecukupan kebutuhan hidup. Para ulama menjelaskan bahwa seseorang dikatakan mampu berkurban apabila ia memiliki kelebihan harta setelah mencukupi kebutuhan pokok dirinya dan keluarganya, khususnya pada hari Idul Adha hingga berakhirnya hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Artinya, jika kebutuhan makan, pakaian, dan keperluan dasar lainnya sudah terpenuhi, lalu masih ada sisa rezeki, maka di situlah anjuran berkurban berlaku.

Hal ini karena kurban termasuk bentuk sedekah. Maka, Islam tidak menghendaki seseorang memaksakan diri berkurban hingga mengorbankan kebutuhan utama keluarganya. Prinsipnya sederhana, dahulukan kebutuhan pokok, lalu jika ada kelebihan, gunakan untuk beribadah, termasuk berkurban. Meski demikian, bagi orang yang sebenarnya mampu, berkurban menjadi amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya qurban yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan qurban…” (HR. Tirmidzi) Hadis ini menunjukkan bahwa qurban adalah ibadah yang sangat mulia di sisi Allah, bahkan menjadi amalan utama pada hari Idul Adha. Oleh karena itu, bagi yang memiliki kelapangan rezeki, sangat disayangkan jika melewatkan kesempatan besar ini.
Lebih tegas lagi, Rasulullah SAW memberikan peringatan kepada orang yang mampu tetapi tidak Ibadah Qurban: “Siapa saja yang memiliki kelapangan rezeki, tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami (shalat idul adha).” Peringatan ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menegaskan pentingnya ibadah kurban bagi mereka yang telah memenuhi syarat kemampuan. Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa ukuran mampu berqurban bukan soal kaya atau tidak, tetapi soal ada atau tidaknya kelebihan rezeki setelah kebutuhan terpenuhi. Jika sudah memiliki kelapangan tersebut, maka berkurban menjadi kesempatan besar untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus berbagi dengan sesama. Jadi, jika tahun ini kita merasa memiliki rezeki lebih, mungkin itulah saatnya mengambil kesempatan berqurban. Karena selain sebagai bentuk ketaatan, qurban juga menjadi jalan untuk menumbuhkan keikhlasan dan kepedulian sosial.
Sumber foto: Alhilal