Doa Anak Yatim – Sahabat Al Hilal, pernahkah Sahabat berfikir bagaimana kita bisa hidup di dunia ini? Manusia hidup karena dua hal, yaitu jasad dan ruhnya.
Melansir dari laman dictio.id, Ruh seseorang akan diwakilkan oleh Hati sebagai pengendali jasad. Jasad tergerak karna kehendak hati dan semau hati kita. Jasad bagaikan wayang yang dikendalikan oleh seorang Dalang memainkan sebuah kisah. Dalang diperankan oleh hati kita yang mengatur dan menggerakkan sesuka hati.
Akhlak secara bahasa berasal dari bahasa Arab, “Al Khulk” yang artinya adalah tabeat, kebiasaan, perangai, tingkah laku. Akhlak dapat kita artikan sebagai perilaku yang terbiasakan dan sudah tertanam dalam diri. Perilaku tidak akan serta merta muncul tanpa adanya dorongan untuk melakukannya.
Siapakah yang mendorong akhlak itu muncul? Hatilah yang hanya bisa mendorongnya. Maka sungguh erat hubungan antara hati dan akhlak. Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma , Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“ Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung) ” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Hadis tersebut menjelaskan kepada kita bahwa jasad yang terwujud dalam akhlak akan bergantung pada hati kita. Ketika kita memiliki hati yang baik maka jasad atau akhlak kita akan baik pula, begitupun sebaliknya ketika kita memiliki hati yang tidak baik, maka jasad atau akhlak kita pun akan rusak pula. Maka kita dapat mengetahui kenapa akhlak bisa dijadikan sebagai cerminan hati.
Terciptanya hati yang baik yaitu ketika manusia memiliki pedoman hidup untuk menuntunnya berperilaku baik.
Nah, dari manakah pedoman tersebut? Allah SWT telah memberikannya melalui Al Quran. Bahkan dalam Al Quran, Allah SWT menyebutkan bahwa Rasullah SAW diutus ke Bumi sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia.
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Nah, sekarang telah jelas apa yang harus kita lakukan agar menciptakan akhlak yang baik. Tentunya, dengan mejadikan Al Quran dan sunnah sebagai tauladan, agar keberkahan dapat didatangkan.
Sumber gambar: Instagram Laziswaf Alhilal
Penulis: Aisyah