DOA ANAK YATIM – Dalam kehidupan sehari-hari, kira seringkali merasa senang ketika kebaikan yang kita lakukan dilihat dan dihargai oleh orang lain. Pujian, pengakuan, atau hanya sekedar ucapan terimakasih membuat hati terasa hangat. Namun ada satu jenis amalan justru yang lebih mulia ketika dilakukan tanpa diketahui siapapun. Amalan ini sunyi, tidak terlihat, tapi memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah, yaitu kebaikan yang dilakukan secara sembunyi sembunyi.
Kebaikan yang tersembunyi mencerminkan keikhlasan yang tulus. Ketika seseorang bersedekah tanpa menguploadnya di sosial media, atau melakukan ibadah tanpa perlu pemgakuan, maka ia sedang menjaga hatinya agar tetap bersih. Amalan yang dilakukan bukan untuk mencari pengakuan ataupun pujian dari orang lain, melainkan hanya mengharapkan ridho Allah semata.
Amalan yang dilakukan secara sembunyi sembunyi tidak mudah untuk diterapkan di era digital seperti sekarang. Rasanya hal sekecil apapun orang lain perlu mengetahuinya, apalagi jika hal itu bersangkut paut dengan kebaikan yang telah dilakukan, tanpa sadar hal tersebutlah yang memunculkan riya di dalam hati kita. Padahal tidak semua kebaikan perlu di umumkan, perlu orang lain tau atau sekedar untuk mendapat pujian dari mereka, justru ada amalan yang lebih indah jika disimpan rapat antara kita dan Allah saja yang tau.
Menariknya, amalan seperti ini tidak terlihat di dunia, tapi sangat bernilai di akhirat. Bisa jadi seseorang yang tidak dikenal karena kebaikannya di dunia, justru memiliki kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah. Bahkan ia termasuk orang orang yang “dirindukan” oleh surga karena keikhlasan dari ketulusan hatinya. Bayangkan betapa istimewanya seseorang yang tidak pernah disebut sebut karena kebaikannya, tetapi setiap langkahnya dicatat sebagai pahala, karena ia tidak sibuk membangung citra di hadapan manusia, melainkan sibuk memperbaiki dirinya di hadapan Sang Pencipta. Inilah bentuk hubungan yang tulus antara hamba dan Tuhannya.
Dari sini kita belajar bahwa ukuran kebaikan bukanlah seberapa banyak yang orang tau, tetapi seberapa tulus niat di dalamnya. Lebih baik sedikit tapi ikhlas dan tulus, daripada banyak tapi penuh keinginan untuk dipuji. Karena pada akhirnya, kita bukan memerlukan penilaian dari manusia, tetapi yang dibutuhkan hanyalah penerimaan Allah SWT. Mari kita mulai melatih diri untuk melakukan kebaikan tanpa harus selalu terlihat, entah itu sedekah diam diam, mendoakan seseorang tanpa mereka ketahui, atau membantu sesama saat kondisinya sulit tanpa mengharapkan imbalan. Semoga dengan itu, hati kita menjadi tetap bersih dan amalan kita menjadi lebih bernilai di mata Allah.
Penulis: Indra Rizki
Sumber foto: Alhilal