DOA ANAK YATIM – Dalam kehidupan, setiap orang pasti menghadapi ujian — entah kecil atau besar, ringan atau berat. Namun sering kali tanpa disadari, kita menanggapinya dengan keluhan. Mulai dari ucapan seperti “ duh capek”, “kenapa selalu saya?”, hingga “hidup ini tidak adil”. Padahal, mengeluh terus-menerus justru membawa dampak kurang baik bagi hati dan kehidupan.

Mengeluh dapat membuat hati menjadi gelap dan lemah, karena fokus kita bergeser dari rasa syukur menuju rasa tidak puas terhadap takdir Allah. Seseorang yang terbiasa mengeluh akan lebih mudah merasa kecewa, iri, dan kehilangan semangat dalam berusaha. Keluhan yang sering diucapkan juga dapat menular kepada orang lain, membuat lingkungan sekitar ikut kehilangan energi positif.
Dalam Islam, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita tidak mudah berkeluh kesah, karena di balik setiap kesulitan pasti ada hikmah. Allah berfirman dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6:
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap ujian selalu diiringi dengan jalan keluar, asal kita bersabar dan tetap percaya kepada Allah.
Mengeluh Bisa Menutup Pintu Syukur
Syukur adalah kunci bertambahnya nikmat. Ketika kita belajar menerima takdir dengan lapang dada, hati menjadi tenang, pikiran jernih, dan langkah terasa lebih ringan. Sebaliknya, keluhan hanya menambah beban dan membuat kita jauh dari ketenangan. Saat ingin mengeluh, ucapkanlah “Alhamdulillah” atau “Insya Allah, akan ada hikmahnya.”
Mengeluh adalah reaksi yang sangat wajar saat menghadapi kesulitan atau ketidaksesuaian dengan harapan. Hampir setiap dari kita pernah mengeluhkan pekerjaan, cuaca, atau bahkan takdir. Namun, sebagai sesama Muslim, penting bagi kita untuk menyadari bahwa kebiasaan mengeluh secara berlebihan memiliki dampak kurang baik, tidak hanya secara iman tetapi juga bagi ketenangan hidup kita sehari-hari. Sebagai muslim, mari mencoba mengganti keluhan dengan sabar dan doa. Insya Allah hati kita akan lebih kuat, sabar, dan selalu dekat dengan Allah SWT.
Sumber foto: Alhilal
Penulis: Indra Rizki