
DOA ANAK YATIM – Dalam Bahasa Arab Sya’ban teridiri dari lima huruf, di antaranya: Syin, ain, ba’, alif dan nun. Huruf syin mewakili kata syaraf yang bermakan kemuliaan. Huruf ain adalah singkatan dari ‘uuwwi yang berarti tingkat tinggi. ba’ dari kata birr yaitu kebaikan. Adapun alif dari kata ulfah yang mengandung makna kasih sayang. Sedangkan nun dari kata nur yang berarti cahaya. Inilah segala predikat yang melekat dalam bulan nisfu syaban yang disediakan oleh Allah SWT. untuk hamba-hambanya.
Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Syaban
- Pada bulan Sya’ban Allah menurunkan ayat perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran Surat al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
- Bulan Nisfu Syaban waktu diturunkannya kewajiban untuk berpuasa bagi umat Islam. Imam Abu Zakariya an-Nawawi dalam al-Majmû’ Syarah Muhadzdzab menjelaskan bahwa Rasululah SAW menunaikan puasa Ramadhan selama sembilan tahun selama hidup, dimulai dari tahun kedua hijriyah setelah kewajiban berpuasa tersebut turun di bulan Sya’ban.
- Bulan Nisfu Syaban juga menjadi sejarah Ka’bah dijadikan kiblat umat Islam yang sebelumnya berada di Masjidil Aqsha. Peristiwa peralihan kiblat ini ditandai dengan turunnya ayat 144 dalam Surat al-Baqarah:
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
Artinya: “Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.”
Kenapa Nisfu Syaban Begitu Dimuliakan?
Hari Dikabulkannya doa-doa
Berkata Imam Asy-Syafi’i rahimahullah :
(Telah sampai kepada kami bahwa do’a itu mustajab pada 5 malam : malam Jum’at, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, malam pertama bulan Rajab dan malam Nisfu Sya’ban) – Latha’iful Ma’arif, Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali.
Hari Diangkatnya Amal
Keistimewaan lainnya dari bulan Syaban yaitu diangkatnya amal-amal manusia. Sebab, di bulan ini amal-amal perbuatan manusia akan diangkat kepada Allah SWT, maka Rasulullah SAW ingin amal-amal tersebut diangkat saat beliau sedang menjalankan ibadah puasa.
عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Dari Usamah bin Zaid berkata, “Aku bertanya: “Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya), beliau menjawab, ” Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Khuzaimah).
Bulan Pengampunan Dosa
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: “Allah melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” Hadits ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah SWT pada malam ini.
Apa Saja Amalan yang Bisa Dilakukan di Malam Nisfu Syaban?
- Menghidupkan Malam Nisfu Syaban minimal Sholat Maghrib dan Isya Berjamaah dan berniat untuk sholat shubuh berjamaah.
- Memperbanyak sedekah
- Shalat Malam
- Berpuasa
- Istigfar dan Dzikir
- Perbanyak membaca Al-Quran
Dalam Kitab Kanzun Najah Was-suruur hal, 47-48 umat muslim juga dianjurkan Membaca surat Yasin 3 kali saat malam Nisfu Sya’ban:
- Yasin yang pertama diniatkan untuk berdoa agar diberi umur yang panjang serta diberi taufik, menjalankan segala perintah Allah dengan taat. Kemudian membaca doa nisfu sya’ban.
- Yasin yang kedua diniatkan supaya dilindungi selamat dari semua bencana dan musibah dan semoga diluaskan rezekinya baik secara lahir maupun batin. Kemudian, berdoa dengan doa Nisfu Sya’ban.
- Yasin yang ketiga berniat semoga diberi hati yang kaya selalu merasa kecukupan dan semoga pada akhir hayatnya diberi husnul khotimah. Kemudian berdoa dengan doa nisfu Sya’ban
Kenapa Harus Surat Yasin di malam Nisfu Syaban?
Surat Yasin adalah surat untuk menunaikan Hajat
قال العارفون :
إذا قرئت سورة «يس» في جوف الليل الذي هو الثلث الأخير لأي حاجة .. قضيت مع الإخلاص ؛ لأنه اجتمعت فيه ثلاثة قلوب : قلب الداعي وقلب القرآن وقلب الليل
«إتحاف السادة المتقين» (4/453)
Berkata Para Ahli Ma’rifat :
“Jika surat Yasin dibaca pada tengah malam ( Sepertiga terakhir) untuk memperoleh hajat apapun, Maka hajat itu akan dikabulkan jika hal itu dikerjakan dengan ikhlas. Karena dalam hal ini terdapat tiga hal : hati orang yang berdoa, hati Quran, hatinya malam ( waktu tengah malam).”
Surat Yasin merupakan Hatinya Al-Quran
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ) ، أَيْ لُبُّهُ وَخَالِصُهُ الْمُودَعُ فِيهِ الْمَقْصُودُ (يس) ، أَيْ سُورَتُهَا لِأَنَّ أَحْوَالَ الْقِيَامَةِ مَذْكُورَةٌ فِيهَا مُسْتَقْصَاةٌ بِحَيْثُ لَمْ تَكُنْ فِي سُورَةٍ سِوَاهَا
Dari Anas r.a :
Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki jantung (inti) dan sesungguhnya jantung Al Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa yang membacanya, maka Allah akan menulis baginya pahala bacaan Al Qur’an sebanyak sepuluh kali.” Maksudnya, Surat Yasin adalah inti Al Quran karena berita tentang kondisi hari kebangkitan dan kedahsyatan hari kiamat dijelaskan dalamnya. Di samping itu, surat tersebut juga mengandung penetapan kenabian Muhammad SAW melalui sumpah Allah atasnya. Surat tersebut meskipun sedikit ayatnya tapi sangat besar kandungannya, meliputi berita tentang penciptaan malam dan siang, bulan dan matahari serta falak. Surat tersebut juga merangkum nasehat, pelajaran, janji dan peringatan yang hampir tidak ditemui di dalam surat lainnya.” (Faidhul Qadir juz 2 hal 513)
Surat Yasin merupakan Surat Pelebur Dosa
وروي عنه رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من قرأ سورة يس في ليلة الجمعة غفر له رواه الأصبهاني
“Barangsiapa membaca Yaasiin dihari dan malam jumah dengan mengharap ridho Allah, diampuni dosanya” (HR Asbahaani). [ At-Targhiib wa at-Tarhiib I/298 ].
وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ‘ إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات .
“Surat Yaasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota makah) Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam “Sesungguhnya setiap sesuatu memilik hati, sedang hati alQuran adalah surat yaasiin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran” [Tafsiir as-Sam’aani IV/265].
Tiap kali Selesai Baca Surat Yasin di malam Nisfu Syaban, maka baca doa ini :
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Ya Tuhanku pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad saw dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah taala”
Sumber : Majelis Satu Rasa – Ustaz Handy Bonny
Penulis : elis
Sumber foto: Alhilal