DOA ANAK YATIM – Setiap manusia diberi karunia waktu yang sama oleh Allah SWT — 24 jam dalam sehari. Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik. Sering kali waktu luang justru dihabiskan untuk hal-hal yang kurang berguna, bahkan melalaikan. Padahal, dalam Islam, waktu adalah nikmat besar sekaligus amanah yang akan dipertanggungjawabkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu karenanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa waktu luang adalah kesempatan berharga untuk memperbanyak amal, belajar, dan berbuat kebaikan. Orang yang bijak akan mengisi waktunya dengan hal bermanfaat, bukan menunggu waktu berlalu tanpa arah.

Mengisi Waktu Luang Dengan Hal Kecil yang Produktif
Mengisi waktu luang tidak selalu berarti melakukan hal besar. Bisa dimulai dari membaca Al-Qur’an, membantu orang tua, memperdalam ilmu, berolahraga, menulis, atau melakukan kegiatan sosial. Semua itu bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Dengan begitu, setiap detik waktu luang menjadi ladang pahala dan sumber keberkahan.
Sebaliknya, menyia-nyiakan waktu dapat melemahkan jiwa dan menjauhkan seseorang dari produktivitas. Waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali. Maka, mengatur dan memanfaatkan waktu dengan baik adalah ciri orang beriman yang cerdas dan sadar akan tanggung jawabnya.
Ingatlah, waktu adalah bagian dari hidup yang tidak bisa dibeli atau ditukar. Gunakanlah setiap kesempatan untuk berbuat baik, memperbaiki diri, dan menebar manfaat. Sebab, sebagaimana pepatah Arab mengatakan, “Waktu adalah pedang; jika kamu tidak memotongnya, maka ia akan memotongmu.”
Sumber foto: Alhilal
Penulis: Indra Rizki