DOA ANAK YATIM – Di zaman sekarang, godaan untuk berbelanja semakin besar. Promo di mana-mana, belanja online hanya dengan satu sentuhan, serta tren yang cepat berganti membuat kita sering membeli sesuatu tanpa benar-benar membutuhkannya. Tanpa disadari, sikap boros menjadi kebiasaan yang perlahan menggerus keberkahan hidup. Belum lagi banyak video-video di internet juga menambahkan link pembelian di deskripsi videonya, yang terkadang memancing kita untuk sekedar mengintip promo barangnya. Dalam Islam, sikap boros atau israf sangat tidak dianjurkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan agar hamba-Nya tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan harta. Harta adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, bukan sekadar alat untuk memuaskan keinginan sesaat, karena itu, penting bagi kita untuk menjauhi sikap boros.

Menjaga diri dari sikap boros bukan berarti hidup pelit atau tidak menikmati rezeki. Islam mengajarkan keseimbangan, yaitu menggunakan harta sesuai kebutuhan, tanpa berlebihan dan tanpa menyia-nyiakan. Ketika kita mampu menahan diri dari belanja impulsif, kita sedang melatih kesabaran dan rasa syukur atas apa yang telah Allah berikan.
Sikap boros sering kali muncul karena dorongan emosi, bukan kebutuhan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membiasakan diri berpikir sebelum membeli: apakah ini benar-benar perlu, atau hanya keinginan sesaat? Dengan kebiasaan sederhana ini, kita bisa menjaga harta tetap bermanfaat dan penuh keberkahan.
Menahan diri dari pemborosan juga membuka peluang kebaikan lain. Harta yang tidak dihamburkan bisa digunakan untuk sedekah, infak, atau wakaf yang pahalanya jauh lebih besar dan manfaatnya lebih panjang. Dari sinilah keberkahan rezeki tumbuh dan hidup menjadi lebih tenang.
Mari kita jaga sikap dalam mengelola harta di dunia yang semakin impulsif ini. Semoga Allah membimbing kita untuk hidup sederhana, bijak dalam membelanjakan rezeki, dan menjadikan harta sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya, bukan sebaliknya. Aamiin.
Penulis: Indra Rizki
Sumber foto: Alhilal