Doa Anak Yatim – Sholat Dhuha memiliki keutamaan yang penting dan perlu diperhatikan dalam praktik keagamaan. Sholat ini merupakan amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, karena memiliki potensi sebagai pembuka pintu rezeki.
Keutamaan ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.'”
Dalam hadits lainnya, sholat Dhuha juga dihubungkan dengan kewajiban sedekah bagi setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda melalui Abu Dzar RA, “Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at.”
Sholat Dhuha dilakukan pada waktu dhuha, dimulai ketika matahari naik setinggi tombak, sekitar pukul 7 pagi. Waktu sholat ini berakhir sekitar 5-10 menit sebelum matahari tergelincir ke barat atau menjelang waktu Dzuhur.
Pengerjaan sholat Dhuha pada akhir waktu, ketika matahari meninggi dan terasa panas, disebutkan dalam hadits bahwa shalat Dhuha yang paling utama adalah pada saat anak-anak unta sudah bangun dari pembaringannya karena panasnya matahari.
Namun, perlu diingat bahwa ada waktu-waktu terlarang untuk sholat. Antara Subuh hingga matahari terbit adalah waktu terlarang untuk sholat, begitu juga antara Ashar hingga matahari terbenam.
Dilansir dari detik.com, selain itu, waktu yang dilarang untuk sholat lainnya saat matahari berada di tengah langit cakrawala hingga bergeser ke barat. Waktu inilah yang disebut dengan waktu istiwa’ yakni matahari tepat berada di atas kepala.
Waktu ini terjadi sebelum matahari bergeser ke arah barat. Ketika matahari sudah sedikit bergeser artinya sudah memasuki waktu Dzuhur dan diperbolehkan untuk sholat. Keterangan tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri RA,
Artinya: “Tidak ada sholat setelah sholat Subuh hingga matahari terbit. Dan tidak ada sholat sesudah sholat Ashar hingga matahari terbenam.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sumber gambar: Buletin Kaffah
Penulis: Elis Parwati