DOA ANAK YATIM – Mungkin banyak diantara kita yang malas untuk bangun dan menyiapkan makan sahur dan sering kali terasa berat. Rasa kantuk, lelah, dan dinginnya suasana pagi membuat sebagian orang tergoda untuk melewatkannya dengan cara makan lebih banyak di malam hari atau tengah malam, daripada harus bangun dini hari. Padahal, sahur bukan sekadar makan sebelum Subuh, tetapi ibadah yang penuh pahala dan keberkahan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa dalam sahur terdapat keberkahan. Artinya, meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, sahur tetap membawa kebaikan bagi tubuh dan jiwa. Sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat-umat sebelumnya. Inilah salah satu keutamaan yang sering kali kita lupakan.
Keberkahan sahur tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga spiritual. Secara fisik, sahur membantu tubuh memiliki energi untuk berpuasa seharian. Kita menjadi lebih kuat, tidak mudah lemas, dan bisa beraktivitas dengan lebih baik. Secara spiritual, bangun sahur berarti kita terjaga di waktu yang penuh kemuliaan, yaitu sepertiga malam terakhir. Di waktu itu, doa-doa mudah dikabulkan dan ampunan Allah terbuka luas.
Sahur juga menjadi ladang pahala karena di dalamnya ada niat untuk menjalankan perintah Allah. Setiap langkah menuju dapur, setiap suapan makanan, bahkan setiap tegukan air bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
Karena itu, jangan malas sahur walau mengantuk. Jangan sampai kita kehilangan keberkahan hanya karena ingin tidur lebih lama. Tidak perlu makan banyak, yang penting tetap sahur meski sederhana. Bangunlah dengan niat ibadah, perbanyak doa, dan niatkan puasa dengan sungguh-sungguh.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga sahur dan meraih keberkahannya, sehingga puasa kita semakin kuat dan penuh pahala. Aamiin.
Penulis: Indra Rizki
Sumber foto: Alhilal