
Sumber gambar : orami.co.id
Ini adalah nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk umatnya. Nasihat ini adalah anjuran agar seluruh umat muslim merasa semangat dalam melaksanakan hal-hal yang bermanfaat. Kebalikan dari ini adalah melakukan tindakan yang bisa membahayakan (dhoror), maupun melakukan hal-hal yang tidak memberikan manfaat atau bahaya.
Karena pada hakikatnya perbuatan atau tindakan itu terbagi menjadi tiga jenis: [1] tindakan yang memberikan manfaat, [2] tindakan yang dapat menimbulkan bahaya, dan [3] tindakan yang tidak membawa manfaat atau bahaya. Sedangkan yang dianjurkan adalah melakukan jenis yang pertama, yaitu hal yang memberikan manfaat.
Orang yang berpikiran sehat dan mengikuti nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti akan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Namun, mayoritas orang-orang saat ini justru membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Bahkan terkadang mereka terlibat dalam kegiatan yang bisa membahayakan diri dan iman mereka. Untuk orang-orang seperti ini, bisa dikatakan bahwa mereka tidak menerapkan apa yang telah diwasiatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mungkin kalian tidak melakukan hal tersebut karena kurang pengetahuan atau menganggapnya sepele. Tetapi, seorang mukmin yang bijak dan teguh hatinya pasti akan melaksanakan wasiat beliau ini dan bersemangat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi agama dan kehidupan mereka.
Hal-hal yang bermanfaat dalam Islam
Hal-hal yang bermanfaat dalam Islam terbagi menjadi dua hal yaitu ilmu yang bermanfaat (nafi’) dan amal sholeh.
Ilmu nafi’ adalah pengetahuan yang bisa menenangkan hati dan membawa kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Ilmu nafi’ ini adalah ajaran Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terdiri dari tiga jenis pengetahuan yaitu hadis, tafsir, dan fiqih. Yang juga dapat membantu umat muslim dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat adalah bahasa Arab dan beberapa ilmu lain sesuai dengan kebutuhan.
Amalan sholeh adalah tindakan yang selalu didasari oleh keikhlasan dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sedangkan tentang hal yang bermanfaat dalam kehidupan dunia, seorang hamba harus berusaha mencari rezeki dengan cara-cara yang halal sesuai dengan kemampuannya. Setiap individu juga sebaiknya merasa cukup dan tidak meminta-minta kepada orang lain. Selain itu, dia harus ingat akan tanggung jawabnya terhadap harta dengan memberikan zakat dan sedekah. Semua orang hendaknya berusaha mendapatkan rezeki yang baik dan menjauhi rezeki yang buruk. Sangat penting untuk diketahui bahwa keberkahan rezeki seseorang tergantung pada ketakwaan dan niat yang baik. Selain itu, rezeki akan diberkahi jika dipakai untuk hal-hal yang wajib atau sunnah yang dianjurkan. Termasuk juga dalam hal berkah rezeki adalah jika seseorang mempermudah urusan orang lain. Allah SWT berfirman,
وَلاَ تَنسَوُاْ الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ
“Jangan lupakan untuk saling memberi kemudahan di antara kalian.” (QS. Al Baqarah: 237).
Yaitu orang yang memiliki kemudahan rezeki seharusnya membantu mereka yang sedang kesulitan, bahkan sebaiknya memberikan waktu tambahan untuk melunasi utang. Jika semua ini dilakukan, maka keberkahan dalam rezeki akan datang.
Penulis : Elis
Website : Doa Anak Yatim