
Sumber gambar : alislamu.com
Mengapa seorang muslim yang merasa telah memiliki kedekatan dengan Allah SWT dan melaksanakan ibadah seperti sholat, puasa, serta amal-amal sunnah, tetap mengalami ujian, baik yang ringan maupun yang serius?
KH Ma’ruf Khozin, Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur, menjelaskan bahwa di pesantren, para kyai dan guru telah memberikan peringatan kepada kita melalui sebuah ayat:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al- ‘Ankabut: 2)
Mengapa kita yang telah beribadah tetap menghadapi ujian? Kyai Ma’ruf Khozin mengutip pandangan Imam Al Qurthubi, yang menyatakan sebagai berikut:
ليتبين الصادق منهم والكاذب
Agar menjadi jelas siapa yang benar-benar beribadah dan yang berpura-pura. Sehingga dijelaskan dalam beberapa hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:
ﺃﺷﺪ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﻼء اﻷﻧﺒﻴﺎء ﺛﻢ اﻷﻣﺜﻞ ﻓﺎﻷﻣﺜﻞ ﻳُﺒْﺘَﻠﻰ اﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻋﻠﻰ ﺣَﺴَﺐِ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓﺈِﻥْ ﻛﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﺻُﻠْﺒﺎً اﺷْﺘَﺪَّ ﺑَﻼﺅُﻩُ ﻭﺇﻥْ ﻛﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﺭِﻗَّﺔٌ اﺑْﺘُﻠِﻲَ ﻋﻠﻰ ﻗَﺪْﺭِ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﻤﺎ ﻳَﺒْﺮَﺡُ البلاء ﺑﺎﻟﻌَﺒْﺪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘْﺮُﻛَﻪُ ﻳَﻤْﺸِﻲ ﻋﻠﻰ اﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ ﻋﻠﻴﻪِ ﺧَﻄِﻴﺌَﺔٌ (ﺣﻢ ﺧَ ﻧ ﻫـ) ﻋﻦ ﺳﻌﺪ.
“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang di bawahnya, kemudian di bawahnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai tingkat agamanya. Jika keyakinan agamanya kuat maka berat pula ujiannya. Jika keyakinannya lemah maka sesuai dengan keyakinan agamanya. Ia akan terus diberi ujian hingga ujian sudah meninggalkan dia berjalan di atas bumi dalam keadaan tidak memiliki kesalahan” (HR Ahmad, Bukhari, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Sa’ad)
Kyai Ma’ruf menyatakan bahwa, ibaratnya, para kyai menghadapi ujian kehidupan yang berbeda dari santri. Masalah yang harus dihadapi oleh seorang konglomerat jauh lebih berat dibandingkan dengan seorang pekerja biasa. Dan seterusnya.
“Ketika kita melakukan ibadah dan menghadapi tantangan hidup, bencana, atau masalah apapun, jangan biarkan hal itu menghalangi kita untuk beribadah kepada Tuhan,” jelasnya.
Sumber : republika.com
Penulis : elis
Website : Doa Anak Yatim