
Sumber foto: google.com
DOA ANAK YATIM – Hijrah bukanlah istilah baru dalam Islam. Kata ini erat kaitannya dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu perpindahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Mekah ke Madinah untuk menjaga dan menegakkan ajaran Islam. Namun, Satu hal yang harus sahabat Al Hilal ingat! Yaitu, hijrah tidak hanya dimaknai secara fisik atau geografis, melainkan juga sebagai bentuk perubahan menuju kebaikan dan ketakwaan.
Secara bahasa, hijrah berarti “meninggalkan” atau “berpindah”. Sementara dalam istilah syariat, hijrah dapat diartikan sebagai proses meninggalkan sesuatu yang buruk menuju sesuatu yang lebih baik, demi mendapatkan keridhaan Allah SWT. Hal tersebut pun telah disampaikan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadis shohih.
Rasulullah SAW bersabda,
“Seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa hijrah sejati adalah perpindahan dari maksiat menuju taat, dari lalai menuju sadar, dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, meski raga tidak berpindah ke tempat lain.
Di zaman modern ini, banyak orang mengartikan hijrah sebagai perubahan penampilan fisik saja. Misalnya, mulai mengenakan hijab, mengganti cara berpakaian, atau berpenampilan lebih religius. Meski itu bagian dari hijrah, namun hijrah tidak cukup hanya dengan tampilan luar. Karena sejatinya, hijrah yang sejati mencakup:
- Perubahan niat untuk mencari ridha Allah SWT.
- Perbaikan akhlak dan amal ibadah.
- Konsistensi dalam belajar agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Berani meninggalkan lingkungan yang membawa pada kemaksiatan.
Wallahu’alam bishawab.
Hijrah Butuh Proses dan Konsistensi
Hijrah bukanlah garis finish, melainkan sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, komitmen, dan dukungan. Seseorang yang berhijrah akan dihadapkan pada ujian, baik dari lingkungan, keluarga, atau bahkan dirinya sendiri. Maka dari itu, penting untuk selalu memperkuat niat, memperbanyak doa, dan memperdalam ilmu agar hijrah yang dilakukan tidak berhenti di tengah jalan.
Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang berhijrah dengan hati, lisan, dan perbuatan — menuju ridha dan cinta Allah SWT.
Aamiin ya rabbal ‘alaamiin.
Penulis: Nafisah Samratul Fuadiyah
Artikel untuk: www.doaanakyatim.com