Doa Anak Yatim – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, waktu menjadi komoditas paling berharga. Jadwal padat, tuntutan pekerjaan, dan berbagai aktivitas seringkali membuat kita merasa kewalahan. Dalam kondisi ini, tidak jarang ibadah, terutama sholat, menjadi korban. Banyak dari kita yang tanpa sadar mengubah prioritas, menjadikan ibadah sebagai pengisi waktu luang, bukan sebagai hal yang utama.
Fenomena “Sisa Waktu” untuk Ibadah
“Nanti aja deh pas udah beres kerjaan,” atau “Sebentar lagi, nanggung,” adalah kalimat yang mungkin tanpa sadar sering kita dengar atau bahkan ucapkan. Ibadah, yang seharusnya menjadi tiang agama dan kebutuhan utama bagi seorang Muslim, kini ditempatkan di posisi kedua. Kita seolah-olah sibuk dengan “dunia” dan hanya memberikan “sisa waktu” kita untuk Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Muddassir ayat 42-43:
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat.”
Ayat ini memberikan peringatan keras akan konsekuensi dari menyepelekan sholat. Sholat adalah ibadah pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Menjadikannya sebagai pilihan terakhir di sela-sela kesibukan adalah sebuah kerugian.

Mengapa Kita Harus Meluangkan Waktu untuk Ibadah?
- Ibadah Adalah Kebutuhan, Bukan Beban: Allah menciptakan kita semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah cara kita berkomunikasi, mengadu, dan memohon pertolongan dari Sang Pencipta. Jika dilaksanakan dengan sungguh – sungguh ibadah bisa menjadi penenang pikiran dikala penat rutinitas pekerjaan.
- Menumbuhkan Disiplin dan Prioritas: Dengan meluangkan waktu khusus untuk ibadah, kita melatih diri untuk disiplin dan menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam hidup.
- Mendatangkan Ketenangan Jiwa: Ketika kita berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia dan menghadap Allah, hati kita akan merasakan ketenangan. Sholat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an adalah terapi terbaik untuk meredakan stres, kecemasan, dan kegelisahan. Allah SWT berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Menciptakan Kebiasaan Baru
Mulailah dengan langkah kecil. Pasang alarm untuk setiap waktu sholat. Jangan tunda. Begitu azan berkumandang, segera hentikan aktivitas dan tunaikan sholat. Tanamkan dalam hati bahwa tidak ada urusan yang lebih penting dari panggilan Allah. Jadikanlah ibadah sebagai “jeda” yang menyegarkan jiwa, bukan sekadar “tambalan” di waktu senggang.
Pada akhirnya, pilihan ada di tangan kita: apakah kita akan menghabiskan waktu dengan mengejar dunia, atau meluangkan waktu untuk berinvestasi pada kebahagiaan abadi di akhirat. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mendahulukan ibadah, bukan yang menjadikannya sebagai sisa-sisa waktu.
Penulis: Indra