
Sumber: google.com
Keseharian dimulai dari bangun pagi untuk bergegas bekerja, menerjang macet, menyelesaikan pekerjaan hingga pulang lagi ke rumah dengan keadaan fisik dan pikiran yang lelah, kemudian diulang menjadi siklus yang sama setiap harinya. Hidup seperti robot yang terjebak pada fase berulang tersebut membuat kebanyakan orang tidak tahu arah tujuan hidup dan sebenarnya apa yang dicari?
Perasaan tidak ada gairah, tidak ada rasa puas dan hanya melakukan siklus berulang seakan hidup hanya untuk bertahan. Tapi, apakah hidup hanya soal bertahan? Kalau seperti itu kamu akan rugi, Allah bilang kamu pasti rugi. Sebagaimana dalam tercantum dalam Al-Quran
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-’Ashr:1-3).
Tanda-Tanda Kamu Cuma Bertahan
- Hidup Cuma untuk Diri Sendiri
Seharian gak melakukan apapun, hanya scrolling sosial media dan tidak ada kemauan untuk melakukan hal-hal yang bernilai ibadah atau pahala, misalnya membantu orang lain.
- Tidak Berusaha Melakukan Amalan
Tidak ada usaha untuk melakukan amalan atau melaksanakan sunnah lainnya.
Semua hal berjalan normal dan baik namun terasa hampa dan kosong, seperti ada sesuatu yang hilang, tandanya kamu sedang kehilangan makna.
Hari terasa panjang dan tidak ada gairah membuat diri tidak semangat setiap harinya.
- Jarang Merasa Puas Atas Pencapaian
Perasaan biasa-biasa saja tidak puas, tidak senang, tidak sedih, sebenarnya tidak tahu apa yang dirasakan, tandanya kamu tidak memiliki arah tujuan hidup.
Cara Biar Gak Rugi
Jika kamu memilih hidup seperti itu maka Allah bilang kamu rugi, InsyaAllah jika kamu mulai berubah hidup tidak akan rugi dan sia-sia, karena Allah akan balas semua usaha kamu. Mulailah untuk berubah dengan cara yang sederhana namun bermakna, seperti:
- Cari kesempatan untuk kamu bisa beramal
- Tegur baik-baik lingkungan terdekat jika melakukan hal yang menyimpang
- Kasih semangat dan motivasi untuk diri kamu sendiri kemudian untuk orang lain
- Jadilah diri yang bisa menebar positif untuk diri sendiri dan orang lain
- Lakukan semua karena Allah, karena ibadah kepada Allah agar mendapatkan nilai ibadah dan pahala
“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Muslim).
Website : Doa Anak Yatim
Penulis: Gellaura Almunawaroh Sutisna