
Sumber gambar : Instagram.com/laziswafalhilal
Idul Adha, momen agung kedua bagi umat Islam, semakin dekat. Di bulan penuh berkah ini, berqurban menjadi ibadah yang sangat dianjurkan. Sudahkah kamu memutuskan hewan qurban tahun ini? Apakah akan menyembelih seekor kambing secara pribadi, atau ikut serta dalam patungan 1/7 sapi?
Sebelum menentukan pilihan, penting bagi setiap Muslim memahami beberapa hal mendasar tentang qurban. Salah satu yang paling krusial adalah menentukan jenis hewan yang akan diqurbankan. Tak hanya sekadar memilih, tetapi juga memahami mana jenis hewan yang paling utama atau afdhal untuk diqurbankan.
Di tengah masyarakat Indonesia, sering muncul pertanyaan—lebih utama qurban kambing sendiri atau urunan membeli sapi? Alasan yang umum mendasari pilihan patungan adalah keterbatasan finansial. Bagi yang belum mampu membeli hewan qurban secara mandiri, maka bergabung dalam qurban kolektif menjadi alternatif yang sah dan solutif.
Namun, mana yang lebih utama? Beberapa ulama menyatakan bahwa menyembelih satu ekor kambing lebih utama dibandingkan ikut patungan 1/7 sapi. Dalam Shahih Fiqih Sunnah (2:375), Fatwa Lajnah Daimah no. 1149, dan Syarhul Mumthi’ (7:458), dijelaskan bahwa qurban kambing pribadi dinilai memiliki manfaat dan keutamaan lebih banyak.
Imam As-Syafi’i dalam kitab Al-Muhadzab (1:74) juga menegaskan, qurban kambing sendiri lebih utama daripada patungan sapi karena penyembelihan dilakukan secara langsung oleh individu yang berqurban.
Lebih jauh lagi, Nabi Muhammad SAW dalam praktiknya lebih sering berqurban satu ekor utuh—baik kambing, sapi, maupun unta—dan tidak pernah patungan. Ini juga diperkuat dalam penjelasan Al Fairuz Abadzi Asy-Syafi’i.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah dalam kitab Ahkam Al-Udhiyyah menyusun urutan keutamaan hewan qurban: unta, kemudian sapi jika dipersembahkan penuh, diikuti domba, kambing, lalu 1/7 unta, dan terakhir 1/7 sapi.
Hal senada juga disampaikan oleh Ibnu Qassim Al-Ghazi, bahwa dari segi keutamaan individu, satu kambing lebih afdhal dari patungan. Meski begitu, jika ditinjau dari jenis hewan, maka urutannya tetap: unta, sapi, kemudian kambing.
Menyesuaikan Qurban dengan Kemampuan
Perlu disadari bahwa pendapat-pendapat ulama tersebut umumnya merujuk pada kondisi masyarakat Arab yang cenderung lebih mampu secara ekonomi. Berbeda dengan masyarakat Indonesia, di mana sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah, sehingga patungan sapi sering kali menjadi solusi yang realistis.
Dari sisi jumlah daging dan harga, memang unta menduduki posisi teratas, disusul sapi dan kemudian kambing. Bahkan di antara jenis kambing, domba disebut lebih baik dibanding kambing lokal.
Namun, apapun pilihannya, hendaknya disesuaikan dengan kemampuan. Bila 1 ekor kambing lebih terjangkau daripada 1/7 sapi, maka tidak ada salahnya memilih kambing. Yang terpenting adalah niat tulus untuk berqurban demi mengharap ridha Allah SWT. Baik qurban seekor kambing maupun patungan sapi, semoga semuanya diterima sebagai amal saleh. Wallahu a’lam.
Penulis : Elis
Website : www.doaanakyatim.com & www.alhilal.or.id