
Sumber: istockphoto.com
DOA ANAK YATIM – Pada bulan Muharram ini terdapat berbagai peristiwa bersejarah pada zaman para nabi yang hingga saat ini menjadi kisah teladan yang dapat diambil hikmah dan pembelajarannya. Diantara kisah tersebut terdapat kisah diterimanya taubat Nabi Adam AS yang merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT.
Ketika berada di syurga, Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa melanggar larangan Allah SWT yaitu memakan buah khuldi sehingga Allah mengirim Nabi Adam dan Siti Hawa ke dunia. Menyadari hal yang dilakukan tersebut salah, membuat Nabi Adam bertaubat dan terus memohon ampunan kepada Allah SWT melalui lantunan doa istighfar yang sangat khusyuk dan penuh penyesalan.
Doa istighfar Nabi Adam tersebut termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 23 yaitu “Robbana dholamna Anfusana wa inlam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosirin” yang artinya “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”
Do’a tersebut menjadi bentuk taubat yang tulus dan pengakuan akan dosa yang telah diperbuat serta kelemahan diri ini di hadapan sang pencipta Allah SWT. Karena sejatinya Allah selalu membuka pintu ampunan kepada hambanya yang bersungguh-sungguh dalam bertaubat.
Tepatnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura, Allah SWT menerima ampunan Nabi Adam dan Siti Hawa. Kisah ini mengajarkan dan mengingatkan kepada kita untuk tidak melakukan larangan yang dilarang oleh Allah SWT serta mengajarkan kita untuk senantiasa memohon ampunan dengan taubat yang sungguh-sungguh atas dosa yang telah diperbuat.
Di bulan Muharram ini menjadi momen yang sangat pas bagi setiap muslim di dunia untuk memuhasabah diri atas dosa-dosa yang telah dilakukan ditahun sebelumnya dan memohon ampunan sebanyak-banyaknya salah satunya dengan membaca do’a Nabi Adam ini serta memperbaikinya. Ditambah bulan Muharram merupakan salah satu bulan haram yang istimewa dan disebut sebagai bulannya Allah (syahrullah) dimana seluruh amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Penulis: Maya Siti Nur Hodijah
Website: doaanakyatim.com