
Sumber foto: google.com
DOA ANAK YATIM – Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Setelah umat Muslim mengisi hari-hari istimewa seperti Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) dengan puasa sunnah dan berbagai ibadah lainnya, tentunya semangat kebaikan itu tentu tidak berhenti di sana bukan? Karena sejatinya, Muharram adalah momen untuk memulai lembaran baru dengan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setelah amalan-amalan di 10 hari pertama Muharram ditunaikan, apa saja amalan yang dapat umat Muslim tunaikan untuk mengisi hari terbaik di tahun baru Islam? Dilansir dari berbagai sumber, inilah beberapa amalan yang dianjurkan untuk terus dilakukan selama bulan Muharram, setelah kita menjalani puasa Tasu’a dan Asyura. Di antaranya:
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Selain puasa pada 9 dan 10 Muharram, puasa di hari-hari lain dalam bulan Muharram juga sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim)
Maka dari itu, memperbanyak puasa sunnah di hari Senin, Kamis, atau puasa ayyamul bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriyah) sangat baik dilakukan.
2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Memulai tahun baru Hijriyah dengan memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa adalah cara terbaik untuk memohon ampunan dan petunjuk dari Allah SWT. Karena sejatinya, bulan Muharram bisa dijadikan momentum evaluasi dan introspeksi diri.
3. Bersedekah dan Membantu Sesama
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah, terlebih kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Setelah semangat berbagi di hari Asyura, semangat itu bisa dilanjutkan dengan aksi nyata membantu sesame di hari-hari lainnya di bulan Muharram.
4. Menjaga Silaturahmi
Awal tahun Hijriyah adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, sahabat, dan tetangga. Menjaga silaturahmi merupakan salah satu amalan yang besar pahalanya dan memperpanjang umur. InsyaAllah.
5. Meningkatkan Ibadah Wajib dan Sunnah
Muharram adalah saat yang tepat untuk memperkuat kembali komitmen terhadap salat lima waktu, membaca Al Quran, dan memperbanyak salat sunnah seperti tahajud, dhuha, serta rawatib.
Bulan Muharram tidak hanya tentang puasa Tasu’a dan Asyura, melainkan tentang semangat hijrah menuju kebaikan. Mari jadikan setiap harinya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga setiap langkah kecil dalam kebaikan yang kita lakukan di bulan ini, menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup kita.
Aamiin yaa Rabbal ‘Alamiin.
Penulis: Nafisah Samratul Fuadiyah
Artikel untuk: doaanakyatim