DOA ANAK YATIM – Kesibukan telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Tuntutan pekerjaan, urusan keluarga, dan berbagai aktivitas harian sering kali membuat waktu terasa sempit. Namun, dalam Islam, sibuk tidak pernah menjadi alasan untuk lalai, terutama dalam perkara ibadah dan ketaatan kepada Allah ﷻ.
Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)
Ayat ini menegaskan bahwa sepadat apa pun aktivitas dunia, ia tidak boleh menggeser prioritas utama seorang muslim: mengingat Allah dan menunaikan kewajiban-Nya.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan tentang nikmat yang sering disia-siakan manusia: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Kesibukan sering kali membuat kita merasa tidak memiliki waktu, padahal masalah utamanya bukan kekurangan waktu, melainkan kurangnya pengelolaan dan kesadaran. Kita masih sempat membuka gawai berjam-jam, namun merasa berat untuk meluangkan beberapa menit untuk shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, atau berdzikir.
Islam tidak melarang bekerja keras dan mengejar dunia. Bahkan, mencari nafkah yang halal adalah bagian dari ibadah. Namun, kesibukan yang diberkahi adalah kesibukan yang tidak menjauhkan kita dari Allah, melainkan mendekatkan. Setiap aktivitas akan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah dan tidak melalaikan kewajiban.
Sibuk bukan alasan untuk menunda shalat, melalaikan adab, atau menunda taubat. Justru di tengah kesibukanlah kualitas iman diuji: apakah kita tetap ingat Allah atau larut dalam rutinitas tanpa arah.
Maka, mari kita luruskan kembali prioritas hidup. Karena pada akhirnya, yang akan menyelamatkan kita bukan seberapa sibuk kita di dunia, tetapi seberapa taat kita kepada Allah di setiap kesibukan itu.
Penulis: Indra Rizki
Sumber foto: Alhilal